WHO: Perang Melawan Covid Jadi Lebih Sulit karena Varian Delta

Anton Suhartono
Mike Ryan (Foto: Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan vaksin masih menjadi senjata paling ampuh untuk melawan Covid-19 varian Delta yang lebih menular. Meninggalkannya berarti ada kemungkinan kalah perang.

Pakar kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan, peperangan menjadi lebih sulit dengan hadirnya varian Delta. Vaksin tetap menjadi pertahanan paling ampuh melawan penyakit tersebut. 

"Kita melawan virus yang sama, tapi lebih bugar," ujarnya, dikutip dari The Straits Times, Minggu (1/8/2021).

Dia menegaskan, semua vaksin Covid-19 yang sudah mendapat persetujuan WHO memberikan perlindungan signifikan, bahkan terhadap penyakit parah disebabkan varian Covid-19 apa pun, termasuk Delta.

Peringatan WHO ini disampaikan saat Amerika Serikat (AS) menerapkan pendekatan baru yang lebih ketat terkait lonjakan kasus infeksi. Data menunjukkan, mereka yang sudah mendapatkan vaksin penuh bisa terinfeksi kembali. Dampak penyakitnya memang tidak parah, namun masih bisa menularkan ke orang lain.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
5 jam lalu

Trump Dievakuasi dari Pesawat Air Force One Setelah Israel Peringatkan Serangan Rudal Iran

7 jam lalu

Senator AS: Amerika Kalah Perang, Iran Justru Semakin Kuat!

22 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah 106 Poin ke Rp17.861 per dolar AS

23 jam lalu

Begini Drama Evakuasi Trump dari Pesawat Air Force One di Turki, Dibawa Pakai Truk Logistik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal