WHO: Perang Melawan Covid Jadi Lebih Sulit karena Varian Delta

Anton Suhartono
Mike Ryan (Foto: Reuters)

Hasil penelitian di Massachusetts menunjukkan, 75 persen dari mereka yang terpapar sudah mendapkan vaksinasi lengkap.

“Ketahuilah, perang sudah berubah,” demikian pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, seperti dilaporkan The Washington Post.

Lembaga itu merekomendasikan beberapa tindakan lebih keras, termasuk mewajibkan vaksin bagi para tenaga kesehatan serta menerapkan kembali aturan mengenakan masker di dalam ruangan maupun di lokasi dengan potensi penularan tinggi.

“Viral load yang tinggi menunjukkan peningkatan risiko penularan dan meningkatkan kekhawatiran,  tidak seperti varian lain, orang yang sudah divaksin yang terinfeksi Delta bisa tetap menularkan virus,” kata bos CDC, Rochelle Walensky.

Dia menegaskan, orang yang tidak divaksin memiliki kemungkinan 10 kali lipat mengalami penyakit parah bahkan meninggal ketimbang mereka yang disuntik.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal