Wow, Perusahaan Pertahanan Rusia Raup Pendapatan Fantastis meski Dihujani Sanksi Amerika Cs

Anton Suhartono
Perusahaan pertahanan Rusia justru mencatat kenaikan pendapatan pada 2024 meski dijatuhi sanksi AS dan sekutu (Foto: Rostec)

Kontras dengan Penurunan Industri China

Sementara Rusia tumbuh, industri pertahanan China justru mengalami penurunan. Pendapatan gabungan delapan perusahaan senjata China anjlok 10 persen, dengan NORINCO, produsen utama sistem darat, turun hingga 31 persen. Penurunan ini menekan total pendapatan kawasan Asia dan Oseania, yang turun 1,2 persen menjadi 130 miliar dolar AS.

Kontras itu memperlihatkan bagaimana perang Ukraina memberikan stimulus ekonomi bagi Moskow di bidang persenjataan, berbeda dengan Beijing yang menghadapi berbagai kendala industri.

Secara keseluruhan, 100 perusahaan pertahanan terbesar dunia meraup 679 miliar dolar AS atau Rp11.317 triliun pada 2024, naik 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Konflik Gaza dan perang Ukraina menjadi pendorong utama belanja militer dunia serta pesanan senjata lintas negara.

AS dan Eropa mencatat peningkatan stabil, sementara Timur Tengah, khususnya Israel, mengalami lonjakan pendapatan akibat tingginya permintaan global terhadap drone dan sistem anti-drone.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Tutup Selat Hormuz, Iran: AS Rakus Minyak!

Internasional
8 jam lalu

Kapal Perang Iran Tenggelam di Samudera Hindia Ratusan Prajurit Hilang, Dibom AS?

Internasional
11 jam lalu

Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Tembus 1.000 Orang

Internasional
11 jam lalu

Nah, Tentara AS Didoktrin Perang Melawan Iran Jalan Menuju Armagedon Perang Akhir Zaman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal