Zelensky Disebut Bakal Pecat Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal, Lho Kenapa?

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Ukraina, Denys Shmyhal (kanan). (Foto: Reuters)

KIEV, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky disebut sudah bosan dengan Perdana Menteri Denys Shmyhal. Hal itu terlihat dari sikapnya dalam berbagai rapat, dan Zelensky pun dikatakan berencana memecatnya.

Kabar itu diungkapkan oleh surat kabar Ukraina, Ukrainska Pravda, lewat laporannya pada Rabu (3/7/2024), dengan mengutip sejumlah sumber yang dekat dengan pemimpin Ukraina tersebut.

"Dia (Zelensky) bahkan sudah tidak terlalu mendengarkannya (Shmyhal) lagi. Ini lebih masalah emosional daripada salah perhitungan... Zelensky terus-menerus menginginkan solusi dan saran yang kreatif, dan meski Shmyhal telah menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir, dia tidak bisa mengubah sepenuhnya," kata seorang sumber di kantor Zelensky, seperti dikutip surat kabar tersebut.

Menteri Pembangunan Ekonomi Ukraina, Yulia Svyrydenko, disebut-sebut sebagai sosok yang berpotensi menggantikan Shmyhal. Hal itu diungkapkan oleh anggota parlemen Ukraina, Oleksandr Dubinsky, yang saat ini ditahan karena dicurigai melakukan makar.

“Zelensky akan terbang ke KTT NATO (di Washington DC, AS) bersama dengan Svyrydenko, yang ingin dia hadirkan sebagai perdana menteri masa depan,” kata Dubinsky melalui Telegram.

Wakil kepala kantor Zelensky, Oleksiy Kuleba, dan pemimpin perusahaan minyak Naftogaz Ukraina, Oleksiy Chernyshov, juga berpeluang mendapatkan jabatan menteri, kata Dubinsky.

Pada April lalu, penasihat Zelensky, Mykhailo Podolyak mengatakan, sang presiden akan memulai perombakan pemerintahan dan beberapa kementerian akan memiliki peran yang berbeda.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

Presiden Zelensky Ungkap 55.000 Tentara Ukraina Tewas dalam Perang Melawan Rusia

Internasional
6 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Internasional
7 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Internasional
8 hari lalu

Trump Sebut Putin bakal Hentikan Serangan ke Kiev selama Seminggu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal