"Ya sedang berat artinya ada beberapa yang post operasi, ada yang masih observasi seperti yang trauma kepala, yang patah-patah tulang yang post operasi masih kita rawat karena bertahap mobilisasi dan lain-lain," ungkapnya.
Sebagai informasi, peristiwa kecelakaan kereta api antara Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur itu terjadi pada Senin (27/4/2026). Tercatat 16 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.
Sementara itu, kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan KNKT untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.