"Sampai hari H, barang tersebut tidak diambil. Kami kemudian mengecek ke alamat yang bersangkutan di Cilandak Barat, Jakarta Selatan," ucap Nana.
Polisi turut curiga dengan sofa yang dikirimkan itu. Berdasarkan kecurigaan ini sofa pun dibongkar. Hasilnya, ditemukan 336 kg ganja kering.
Nana mengaku polisi masih memburu pengirim maupun penerima paket. Keduanya saat ini sudah tidak bisa dihubungi.
"Alamat penerima, J, palsu. Sampai satu bulan dia enggak ambil barang tersebut. Dalam hal ini kami terus upaya lidik atau pun pelacakan ke yang bersangkutan baik penerima atau pengirim," kata Nana.
Mantan kapolda Nusa Tenggara Barat ini menuturkan, dengan pengungkapan 336 kg ganja ini diperkirakan 1.000 orang dapat terselamatkan karena tidak mengonsumsi narkotika tersebut. Nana juga menyebut sindikat ini memanfaatkan situasi pandemi virus corona atau Covid-19 yang hingga saat ini masih terjadi di Indonesia.
"Mereka beranggapan polisi atau petugas lain sedang fokus ke penanganan Covid-19 sehingga memanfaatkan situasi," ucapnya.