“Setelah pelemparan batu, ada 33 petugas yang terluka termasuk dari TNI, kepolisian, dan ada warga masyarakat. Ini juga sudah dilakukan penanganan oleh Biddokkes Polda Metro Jaya,” ungkapnya.
Saat ini, tersisa tiga orang yang masih menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit. Mereka mengalami luka maupun sesak napas akibat terhimpit saat kericuhan berlangsung.
“Sisa 3 yang masih dilakukan rawat inap di beberapa rumah sakit, ya dalam kondisi luka ataupun terhimpit sesak napas karena diserang dari adanya pelemparan batu kayu dan lain-lain dari pihak yang melakukan aksi penyampaian aspirasi,” sambung dia.
Sebelumnya, upaya sekelompok massa untuk membubarkan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran berujung bentrokan fisik dengan aparat kepolisian pada Selasa malam.
Aksi yang dipimpin Habib Bahar bin Smith dari elemen Front Persaudaraan Islam (FPI) itu awalnya bertujuan masuk ke area JIExpo. Namun, massa tidak berhasil menerobos masuk karena lokasi telah dijaga ketat aparat keamanan.
Situasi di depan gerbang sempat memanas selama beberapa jam. Massa dilaporkan melempar petugas menggunakan batu, besi, hingga pagar pembatas. Aparat yang semula bertahan dengan formasi tameng kemudian memukul mundur kerumunan massa.
Aksi penolakan tersebut dilatarbelakangi tudingan bahwa Andrea Bocelli merupakan figur publik yang mendukung Israel. Massa menyoroti riwayat sang penyanyi yang disebut pernah menggelar konser penggalangan dana untuk militer Israel pada 2010.