"Yang pertama, saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Memang sekarang ini dalam 2-3 hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk," tuturnya.
Politisi PDIP ini mengaku sempat berencana menyampaikan kondisi kualitas udara Jakarta kepada publik sejak tiga hari sebelumnya. Namun, dia mengurungkan niat tersebut karena khawatir memicu perdebatan mengenai penyebab memburuknya kualitas udara.
"Sebenarnya dari 3 hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa? Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik," kata dia.
Dia juga menyebut Jakarta memiliki ratusan alat pemantau emisi yang dapat digunakan untuk memantau kondisi udara. Menurutnya, data pemantauan tersebut telah tersedia, terlepas dari laporan yang disampaikan BMKG.
"Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG aja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk," ucapnya.