JAKARTA,iNews.id – Masyarakat ibu kota diminta waspada wabah penyakit difteri. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium itu bisa merenggut nyawa korban jika penanganan terhadap pasien terlambat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Koesmedi Priharto menyebut ada dua daerah di Jakarta yang menjadi konsentrasi penyebaran difteri, yakni Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Dia menduga penyebaran difteri di dua daerah tersebut dari Kota Tangerang. Menurut dia, sejauh ini jumlah pasien yang dirawat akibat serangan difteri sebanyak 25 orang. Pada Minggu, 11 November 2017, masuk empat pasien lagi yang mengeluhkan gejala sama.
“Pasien cukup banyak di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, karena memang perbatasan Tangerang. Catatan kami penyakit difteri di Jakarta berasal dari Kosambi,” ungkap Koesmedi saat kunjungan di SMA Negeri 33 Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (11/12/2017).
Untuk itu, Koesmedi meminta kepada masyarakat di dua daerah tersebut untuk lebih waspada. Penderita dilarang berdekatan dengan orang lain, termasuk keluarga. Sebab, ketika orang tersebut dinyatakan positif difteri, pasien wajib diisolasi. Orang di sekelilingnya juga wajib waspada menghindari kuman atau bakteri yang cepat sekali menular melalui batuk, bersin, dan udara.
“Jakarta ini sudah masuk KLB (kejadian luar biasa), apalagi di Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Kami siapkan langkah pencegahan untuk 1.230.000 jiwa yang menjadi target imunisasi dari umur satu sampai 19 tahun untuk dua wilayah tersebut,” terangnya.