Lebih lanjut, Koesmedi mengatakan, dari analisis Dinkes DKI, ke-25 warga yang terserang difteri tersebut belum pernah diimunisasi. Jadi, ketika tingkat kekebalan tubuh korban sedang menurun, bakteri difteri dengan mudah menyerang.
Khusus kepada orang tua, Dinkes meminta untuk memastikan apakah anak sudah menerima imunisasi lengkap sesuai jadwal termasuk vaksin difteri. Jika dirasa belum lengkap, maka segera dilengkapi. Sebab bisa jadi anak akan memiliki risiko terkena difteri saat dia dewasa. Koesmedi pun mengimbau kepada warga untuk proaktif mengikuti program imunisasi yang diterapkan pemerintah.
“Imunisasi harus diikuti dalam tiga tahap, bulan pertama, bulan kedua, dan bulan keenam,” tegasnya.