Pelatihan itu sangat penting karena di masa pandemi seperti ini para UMKM perlu melakukan adaptasi agar dapat bertahan dan terus mengembangkan usahanya yaitu melalui transformasi digital.
"Kegiatan ini bertujuan agar UMKM binaan Provinsi DKI Jakarta atau yang disebut dengan Jakpreneur tetap dapat memasarkan produk mereka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan protokol Covid-19. Serta mendorong pencapaian target pemasaran yang merupakan bagian dari kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Kewirausahaan Terpadu," kata Andri.
Dia berharap kegiatan ini dapat melebarkan jangkauan pemasaran dari tingkat wilayah, menuju jangkauan pemasaran nasional, hingga internasional. Di sisi lain juga sebagai ajang promosi penggunaan produk dalam negeri, khususnya produk wilayah DKI Jakarta.
"Selain sebagai wadah bagi peserta Jakpreneur, kami juga berharap melalui kegiatan ini dapat membudayakan penggunaan produk dalam negeri, khususnya di Provinsi DKI Jakarta kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tertarik untuk membeli dan membantu menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM," ujarnya.
Sebanyak 323 peserta Jakpreneur berpartisipasi dalam Bazaar Online Jakpreneur. Para peserta merupakan binaan Jakpreneur di Provinsi DKI Jakarta yang telah mengikuti pelatihan Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) di tingkat Kecamatan dengan berbagai macam komoditi seperti Makanan Minuman, Fashion, dan Kerajinan.
Head of Public Policy and Government Relations Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo, mengungkapkan antusiasmenya berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam acara Bazaar Online Jakpreneur ini.
“Acara ini merupakan bentuk pembuktian sesuatu yang lebih positif. Dengan berkolaborasi, memberikan manfaat yang jauh lebih baik dan banyak program yang akan dilakukan ke depannya,” kata Radityo.