DPRD DKI Minta Penonaktifan NIK KTP Jakarta Tak Rugikan Masyarakat 

Carlos Roy Fajarta
Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi (Foto: Giffar Rivana)

"DPRD Provinsi DKI Jakarta, merekomendasikan agar penonaktifan KTP tidak berdampak merugikan, khususnya bagi warga yang melakukan perawatan kesehatan rutin seperti cuci darah, warga yang telah terdaftar ibadah haji. Selain itu, agar dipastikan penonaktifan NIK tidak mengganggu layanan perbankan warga," kata Prasetio Edi.

Ia berharap dengan sinkronisasi DTKS akibat kebijakan penonaktifan NIK sehingga penerima manfaat dari program KJP, KJMU, dan bantuan sosial lainnya tidak menghambat bagi warga yang betul-betul sangat membutuhkan.

"Dalam rangka tertib administrasi kependudukan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus mampu menjangkau hunian vertikal/apartemen sehingga semua warga yang tinggal di Jakarta memiliki Administrasi Kependudukan yang baik," katanya. 

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI Jakarta melalui Dukcapil DKI Jakarta mencatat sebanyak lebih dari 92.000 NIK bakal dinonaktifkan mulai akhir April 2024.  

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Kemenkes Bantah 3 Kasus Positif Hantavirus DKI Jakarta Terkait Kapal Pesiar MV Hondius

Nasional
4 hari lalu

Hantavirus di DKI Jakarta Menular Antarmanusia? Ini Faktanya!

Health
4 hari lalu

DKI Jakarta Konfirmasi 3 Kasus Positif Hantavirus

Nasional
23 hari lalu

Jakarta Jadi Kota dengan Kualitas Udara Terburuk di Dunia Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal