“Hari ini adalah World Bicycle Day, tanggal 3 Juni kita merayakan, memperingati hari ini dengan groundbreaking Bicycle Lounge di Dukuh Atas. Kemudian kita bersepeda bersama-sama dengan para duta besar dan juga komunitas pesepeda. Kita di Jakarta menghadapi efek dari global warming dan salah satu penyebabnya adalah polusi udara yang masif. Karena itu kita perlu bersama-sama mengurangi problem lingkungan itu dengan melakukan action di tingkat lokal," ujarnya.
Sebaga informasi, dalam konferensi akbar tentang iklim di Glasgow pada November tahun lalu, misalnya, 300 lebih organisasi masyarakat sipil sedunia secara terbuka menyurati pemerintah negara-negara peserta. Bahkan, pada Maret lalu Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi yang menyerukan untuk diintegrasikannya penggunaan sepeda ke dalam sistem transportasi.
Sementara itu sebagai kolaborator, B2W Indonesia, merancang kegiatan bersepeda ini sebagai sebuah trip untuk berpiknik di taman, yakni di Lapangan Banteng. Di sini suasana diatur selayaknya pesta kecil pada pagi hari.
Selain beramah-tamah sambil menikmati hidangan makanan ringan, peserta juga dihibur dengan sajian musik daerah keroncong betawi.
”Falsafah kegiatan ini adalah diplomasi, yakni diplomasi sepeda. Tujuannya, di samping bagian dari keramahtamahan tuan rumah sebagai pelaksana Presidensi G20 Indonesia, sekaligus ketua U20, adalah untuk memperlihatkan apa yang telah dilakukan Jakarta dalam mengakomodasi penggunaan sepeda untuk bermobilitas sekaligus, secara tak langsung, mengajak peserta untuk menyampaikan isu sepeda sebagai solusi di sektor transportasi dan energi ke pihak-pihak yang terlibat dalam pembicaraan di forum-forum G20," ucap Ketua Umum B2W Indonesia Fahmi Saimima.
Dalam kegiatan ini, B2W Indonesia juga berkolaborasi dengan United Bike yang menyediakan sepeda gunung edisi khusus berdesain G20, dengan bendera setiap negara anggota. Sepeda-sepeda ini digunakan oleh para duta besar dan peluncuran keberadaannya menjadi salah satu acara di tempat tujuan.