GRIB Jaya soal Hercules di Titik Kericuhan 27 Agustus: Jaga Kondusivitas, Cegah Konflik Meluas

Jonathan Simanjuntak
Pimpinan GRIB Jaya, Rosario de Marshal atau Hercules. (Foto: Ary Wahyu Setiawan)

Menurut Wilson, video yang memperlihatkan Hercules menyerukan massa atau masyarakat untuk pulang juga tidak bisa langsung dimaknai sebagai bentuk provokasi. Sebaliknya, GRIB Jaya menyebut seruan tersebut merupakan upaya untuk mencegah kericuhan semakin meluas.

"Ajakan untuk membubarkan diri secara damai merupakan tindakan preventif yang secara rasional dapat diarahkan untuk mencegah konflik yang lebih besar," lanjutnya.

GRIB Jaya juga menyoroti beredarnya potongan video di media sosial yang dinilai dapat membentuk persepsi seolah-olah seseorang yang berada di lokasi otomatis terlibat dalam kerusuhan.

Wilson meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan keberadaan seseorang dalam sebuah rekaman. Menurutnya, dugaan keterlibatan dalam tindak pidana harus didasarkan pada rangkaian bukti dan tindakan konkret.

"Tidak tepat apabila sebuah potongan video langsung dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya keterlibatan pidana tanpa terlebih dahulu memeriksa keseluruhan rekaman, kronologi, saksi, alat bukti lain, serta tindakan konkret masing-masing orang," jelasnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
27 hari lalu

CFD Sudirman-Thamrin Tetap Ramai Pascakericuhan 27 Agustus, Warga: Jakarta Aman

28 hari lalu

Polda Metro: Perusuh Demo 27 Agustus Sebagian Besar dari Kelompok Anarko

28 hari lalu

Pelaku Kerusuhan Demo 27 Agustus Dibagi Jadi 6 Klaster, Ini Perannya

28 hari lalu

Penjelasan Polisi soal Pelajar Jadi Korban Penganiayaan oleh OTK saat Kerusuhan Demo 27 Agustus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal