Terpisah, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur mengerahkan 25 armada perbantuan untuk menangani sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta menyebut, penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sejatinya dilakukan setiap hari. Akan tetapi pada periode tertentu, terutama saat musim buah, volume sampah meningkat signifikan dan melampaui kapasitas penanganan rutin.
“Saat ini kemampuan penanganan sampah di kawasan tersebut sekitar 160 ton per hari. Sementara pada musim tertentu, timbulan sampah bisa mencapai hingga 220 ton per hari. Artinya, terjadi akumulasi atau ‘tabungan’ sampah sekitar 60 ton setiap harinya,” kata Julius.