Jakarta Utara Tak Bisa Antisipasi Banjir dengan Drainase Vertikal, Ini Penyebabnya

Antara
Wilayah Jakarta Utara tak bisa dibangun drainase vertikal untuk mencegah banjir. (Foto: MPI/Yohannes Tobing)

Selain itu, untuk mencegah naiknya air dari Kali Sunter maka akan ditinggikan dengan dinding di sekitar segmen Artha Gading ke arah utara dengan tinggi 500 meter.

"Untuk yang di sebelah (dinding) beton, yang Kali Gendong ini sheetpile di kiri-kanan sekaligus termasuk dalamnya juga," kata Yursid.

Terkait sumur resapan, Pemerintah Kota Jakarta Utara mencari alternatif dengan mendorong pengembang swasta menjalankan kewajiban pembangunan tampungan air di lahan yang akan dibangun di Jakarta Utara.

"Jadi mereka harus membangun berapa meter kubik tampungan, itu nanti paling di situ pengganti drainase vertikalnya, pengganti sumur resapan, karena di Jakut enggak ada, makanya itu," ucap Yursid.

Untuk desain kedalaman tampungan air atau sumur resapan air itu tergantung, mengikuti luas lahan (space) yang pengembang punya.

"Jadi dia punya space berapa, nanti kedalamannya menyesuaikan. Misal dia punya space 10x10 meter, ternyata yang dari hitungan luasan lahan dia, yang tidak tertutup itu misalkan 600 meter kubik. Berarti dia baru 100 meter, dia harus gali ke dalam 6 meter," tutur Yursid.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
Megapolitan
2 hari lalu

JPO JIS-Ancol sepanjang 466 Meter Siap Jadi Ikon Baru Jakarta Utara

Megapolitan
3 hari lalu

Sejumlah Titik di Kota Bekasi Terendam Banjir Imbas Luapan Sungai

Megapolitan
4 hari lalu

Waspada! Banjir Rob Mengintai Pesisir Jakarta hingga 16 Februari 2026

Megapolitan
7 hari lalu

Jusuf Kalla: Kalau Banjir Jangan Marahi Gubernur Jakarta, Marahi Diri Sendiri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal