Jakarta Utara Tak Bisa Antisipasi Banjir dengan Drainase Vertikal, Ini Penyebabnya

Antara
Wilayah Jakarta Utara tak bisa dibangun drainase vertikal untuk mencegah banjir. (Foto: MPI/Yohannes Tobing)

Selain itu, untuk mencegah naiknya air dari Kali Sunter maka akan ditinggikan dengan dinding di sekitar segmen Artha Gading ke arah utara dengan tinggi 500 meter.

"Untuk yang di sebelah (dinding) beton, yang Kali Gendong ini sheetpile di kiri-kanan sekaligus termasuk dalamnya juga," kata Yursid.

Terkait sumur resapan, Pemerintah Kota Jakarta Utara mencari alternatif dengan mendorong pengembang swasta menjalankan kewajiban pembangunan tampungan air di lahan yang akan dibangun di Jakarta Utara.

"Jadi mereka harus membangun berapa meter kubik tampungan, itu nanti paling di situ pengganti drainase vertikalnya, pengganti sumur resapan, karena di Jakut enggak ada, makanya itu," ucap Yursid.

Untuk desain kedalaman tampungan air atau sumur resapan air itu tergantung, mengikuti luas lahan (space) yang pengembang punya.

"Jadi dia punya space berapa, nanti kedalamannya menyesuaikan. Misal dia punya space 10x10 meter, ternyata yang dari hitungan luasan lahan dia, yang tidak tertutup itu misalkan 600 meter kubik. Berarti dia baru 100 meter, dia harus gali ke dalam 6 meter," tutur Yursid.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
5 hari lalu

Viral Pria Tewas Dikeroyok di Tanjung Priok Jakut, Pelaku Ditangkap

5 hari lalu

Banjir Landa Bangkok Thailand, Kemlu Pastikan WNI Aman dan 1 Orang Sempat Terjebak di Hotel

18 hari lalu

SMPN 16 Medan Rampung Direnovasi gegara Langganan Banjir, Mendikdasmen: Tak Perlu PJJ Lagi

30 hari lalu

Heboh 2 ART di Jakut Ngaku Disekap, Ternyata Hanya Ditinggal Majikan Pergi Berobat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal