Kasus aktif Covid-19 di Jakarta tembus 4.524 orang. (Foto: Antara)
Muhammad Refi Sandi

JAKARTA, iNews.id - Penularan Covid-19 di Jakarta kembali menunjukkan kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan kasus aktif atau pasien yang masih dirawat/isolasi kembali tembus 4.524 orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia menjelaskan jumlah kasus aktif di Jakarta mengalami kenaikan 442 kasus. Dia meminta masyarakat agar waspada penularan varian Omicron Sub Varian BA.4 dan BA.5.

"Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 4.524 orang. Kami turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan varian Omicron. Upaya 3T terus digalakkan, selain vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas," ucap Dwi, Minggu (19/6/2022).

Dia pun menjelaskan positivity rate di Jakarta kini berada di angka 7,2 persen.

"Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,2 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,5 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," ujarnya.

Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat telah dilakukan tes PCR sebanyak 9.888 spesimen pada Sabtu (18/6/2022). Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 9.176 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 733 positif dan 8.443 negatif.

Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 11.217 orang dites, dengan hasil 288 positif dan 10.929 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR. 

"Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 1.237.400 dengan tingkat kesembuhan 98,4 persen, dan total 15.305 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,2 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,6 persen," katanya.

Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. 

"Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 55.625 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 1.029.061 per sejuta penduduk," tuturnya.


Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT