Kasus Penggelapan Kerupuk, Kuasa Hukum Tersangka Sebut Kerugian Rp30 Juta, Bukan Rp3 Miliar

Reza Fajri
Ilustrasi kerupuk. (Foto: Antara)

Karena penggelapan tersebut sudah diketahui oleh manajemen PT TPM, maka kepala gudang yang bernama Anto alias Harianto menanyakan tentang keberadaan kerupuk tersebut kepada YS. Namun, YS telah berbohong dengan menyebutkan kerupuk tersebut masih berada dalam gudang.

Karena sudah ditunggu kurang lebih dua minggu dan YS tidak mampu membuktikan keberadaan kerupuk tersebut, akhirnya PT TPM melaporkan YS ke Polres Kota Tangerang/Tigaraksa pada 23 Maret 2022. 

"Bahwa tidak benar, kerugian yang dialami oleh PT TPM hingga mencapai Rp3 miliar. Bahkan menurut penyidik dan informasi yang kami terima sebelumnya, kerugian perusahaan adalah Rp6 miliar tanpa alat bukti “audit” dari PT TPM," katanya.

YS juga telah telah berusaha melakukan mediasi kepada PT TPM. Namun, baik mediasi pertama, mediasi kedua, bahkan sampai mediasi ketiga gagal.

"Kami melakukan mediasi sebagai wujud dari restorative justice, namun semuanya gagal dan tidak berhasil," katanya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
4 hari lalu

Ada Festival Layang-Layang di Tangerang, Ajak Anak Berkreasi di Akhir Pekan

4 hari lalu

19 Kali Bobol Rumah Warga, Maling di Tangerang Akhirnya Ditangkap Polisi

8 hari lalu

Kebakaran Landa Gudang Paralon di Tangerang gegara Warga Bakar Sampah

31 hari lalu

Perjalanan KRL Tangerang-Duri hingga Basoetta Gangguan, Ada Vandalisme Perangkat Sinyal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal