Untuk memuluskan aksi balas dendamnya, pelaku pun membuat akun palsu itu dengan menyebarkan video tentang pembakaran Alquran.
"Ada ketersinggungan, akhirnya dengan maksud membalas dendam atau membalas sakit hati, pelaku membuat akun palsu atas nama wanita itu, disitu dia melempar ujaran kebencian bersampulkan ujaran kebencian terhadap agama. Dia melakukan ujaran kebencian terhadap agama karena bisa cepat viral, begitu," katanya.