Dia juga menegaskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan tidak boleh dibatasi hanya berdasarkan kepemilikan KTP Jakarta. Menurutnya, penanganan penyakit menular membutuhkan kerja sama lintas wilayah agar pengendalian TBC berjalan efektif.
Selain mengoptimalkan fasilitas kesehatan, Pramono mendorong keterlibatan kader PKK, Dasawisma, dan unsur masyarakat di tingkat lingkungan untuk memperluas edukasi serta membantu menjangkau warga yang membutuhkan pemeriksaan.
Peran Pasukan Putih yang saat ini berjumlah 584 personel juga dinilai dapat mendukung upaya kesehatan berbasis komunitas sesuai tugas dan kewenangannya.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menegaskan percepatan eliminasi TBC merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat. Kemenkes terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan jaringan rumah sakit untuk mencapai target tersebut.
Peningkatan penemuan kasus harus diikuti penanganan yang tepat dan evaluasi berkala agar pelaksanaan program semakin efektif. Pertemuan dengan para direktur rumah sakit juga dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kendala dan menyusun perbaikan program pada 2027.
“Perkembangan dari angka-angka yang dilaporkan Dinas Kesehatan DKI menunjukkan peningkatan, baik dalam penemuan kasus maupun sosialisasi kepada masyarakat. Kami mengumpulkan seluruh direktur rumah sakit untuk mencari hal-hal yang masih perlu diperbaiki dan menyusunnya agar program pada 2027 lebih baik,” ujar Benjamin.