“Nanti kami akan sosialisasi kepada warga (tentang ketertiban di lokasi), tapi juga ada alat yang bisa mantau sehingga siapa pun yang melanggar bisa ada tindakan. Karena sering kali ada pelanggaran di sana tapi susah membuktikannya. Nah, kami berharap (CCTV ini) bisa membantu,” tutur Anies.
Tawuran antarwarga terjadi di Pasar Rumput terjadi berulang kali dalam sebulan terakhir. Peristiwa pertama terjadi pada 25 Juli 2018 dini hari WIB, lalu disusul pada Senin (20/8/2018) malam, dan terakhir Kamis (23/8/2018). Akibat tawuran yang berulang-ulang itu, halte busway Pasar Rumput di Jalan Sultan Agung pun rusak parah. Kaca halte pecah terkena lemparan batu.
Kepala Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Wibowo mengatakan, halte Pasar Rumput di Manggarai mengalami kerusakan cukup parah. Tak hanya kaca-kaca pada dinding halte, televisi LED yang biasa digunakan sebagai alat pengumuman informasi di situ juga pecah. “Kerusakan halte Pasar Rumput imbas dari tawuran warga. Kaca halte dan TV LED rusak,” ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (24/8/2018).
Wibowo mengatakan, saat kejadian, bus Transjakarta tidak bisa beroperasi karena mempertimbangkan keselamatan para penumpang. Usai tawuran, Halte Pasar Rumput masih tidak bisa digunakan selama beberapa saat. “Saat tawuran berlangsung, kami melakukan pengalihan rute dan halte (Pasar Rumput) sementara setop beroperasi,” ucapnya.