Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini memaparkan, peserta Formula E dalam hal ini pebalap tidak sendiri. Pebalap akan terjun berserta timnya yang jumlah tidak satu atau dua orang melainkan puluhan.
"Kita melihat pebalap cuma kurang lebih 60 pebalap tapi pebalap itu bawa mekanik. Mekanik itu banyak orang, ratusan orang. Kita enggak tahu dia kena atau enggaknya. Untuk amannya Jakarta, Indonesia, itu harus dihentikan dulu," tuturnya.
Pras meminta pihak penyelenggara yakni PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengordinasikan hal ini kepada pihak Federasi Otomotif Internasional (FIA) terkait kondisi terkini di Indonesia, khususnya Jakarta. Dia meminta Pemprov DKI jangan takut mengonfirmasi pembatalan karena takut merugi.
"Ya force majeure kejadiannya seperti ini kok. Qatar apa enggak lebih rugi lagi. Enggak usah jauh-jauh masalah Qatar, KTT Nonblok yang ada di Amerika dihentikan kok, negara besar, negara superpower," ujarnya.