Dia meminta agar kejadian pada liburan sebelumnya dijadikan pelajaran. Satgas pun menyarankan beberapa hal untuk mengantisipasi kenaikan kasus pasca libur akhir tahun mendatang.
Pertama, kepada seluruh kepala daerah untuk mengoptimalisasi penegakkan disiplin terhadap protokol kesehatan. Pemerintah daerah harus berani dan tegas membubarkan kerumunan dan melakukan kampanye 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
"Lakukan ini tanpa pandang bulu kepada seluruh masyarakat," kata Wiku.
Kedua, masyarakat diminta untuk bijaksana dan sadar untuk meminimalisasi mobilitas. Pasalnya berdasarkan hasil temuan dari Yilmazkuday tahun 2020, menyebutkan dengan mengurangi kunjungan ke area publik sebesar 1 persen, sudah dapat mengurangi puluhan kasus dan kematian Covid-19 per minggu.
"Temuan ini harusnya dapat memotivasi kita semua untuk mengambil pilihan bijak yaitu tinggal di rumah dan menghindari keramaian," katanya.
Meskipun sulit, Wiku berharap masyarakat sepenuhnya sadar bahwa pilihan untuk mengurangi kunjungan ke area publik untuk melindungi diri sendiri dan utamanya orang-orang terdekat.
Ketiga, ada beberapa alternatif kegiatan lainnya yang dapat dipilih dalam mengisi masa libur Natal dan Tahun Baru 2021. Seperti virtual tour ke tempat-tempat wisata dan lainnya. Selain itu juga bisa memilih alternatif liburan berupa staycation.
Wiku menyebut bahwa pilihan kegiatan tersebut memungkinkan masyarakat untuk berlibur tanpa menimbulkan kerumunan. Sehingga meminimalisir potensi penularan Covid-19.
"Meski demikian, dalam pelaksanaan kegiatan ini saya tetap ingatkan kepada masyarakat untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya.