Ilustrasi tersangka. (Taufan Mustafa/MNC Portal)
Dimas Choirul

JAKARTA, iNews.id - Polisi menangkap TNR (24), seorang mahasiswa semester akhir dari sebuah perguruan tinggi negeri di Sumedang, Jawa Barat. TNR ditangkap berikut barang narkotika jenis ganja seberat 515 gram.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Akmal mengatakan, tersangka TNR sudah tiga kali membeli paket ganja melalui jasa ekspedisi. TNR membeli kepada seseorang yang berasal dari Aceh berinisial ALX yang berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO).

"Dari tiga kali dia transaksi, untuk barang bukti yang jumlahnya banyak yang transaksi terakhir ini, 515 gram," ujar Akmal saat konferensi pers, Jumat (23/9/2022).

Akmal melanjutkan, daun haram tersebut dikonsumsi TNR sendiri dan sebagiannya dijual kepada teman-teman satu lingkungan di organisasi intra kampus dengan harga Rp100.000 hingga Rp300.000, tergantung jumlah paket.

"Hasil pemeriksaan urine terhadap Tersangka TNR juga positif mengandung THC (ganja)," tuturnya.

Sebelumnya, penangkapan terhadap TNR berawal dari informasi masyarakat pada tanggal 24 Agustus 2022 tentang adanya paket kiriman yang diduga berisi ganja yang dikirim dari Aceh menuju Sumedang Jawa Barat.

"Atas dasar informasi tersebut kemudian Timsus melakukan koordinasi dengan pihak jasa ekspedisi dan diketahui satu paket berisi ganja tersebut dikirim dari Aceh menuju Sumedang Jawa Barat," katanyam

Akmal mengatakan, pengiriman paket tersebut dialamatkan ke salah satu sekretariat organisasi intra kampus, dengan keterangan paket pengiriman kopi. Selanjutnya, tim melakukan penyelidikam terhadap paket tersebut.

"Pada tanggal 31 Agustus 2022 sekira jam 10.00 WIB , Tim berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial TNR pada saat menerima paketnya di kantor jasa ekspedisi," ungkapnya.

Polisi kemudian menggeledah barang tersebut lalu ditemukan barang bukti berupa tiga kotak kemasan kopi yang di dalamnya terdapat 12 paket plastik silver berisi daun ganja dan biji ganja kering dengan berat brutto 55 gram.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka TNR, diakui bahwa 12 paket ganja tersebut adalah miliknya yang didapatkan dengan cara membeli melalui temannya ALX. TNR membeli dengan metode transfer antarbank seharga Rp2juta. 

"Kemudian ganjanya dikemas dalam paket lalu dikirim dengan menggunakan jasa ekspedisi dengan menggunakan identitas penerima yang sudah tersangka TNR tentukan," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka kemudian disangkakan dengan Pasal 114 Ayat (1) Sub Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq

BERITA TERKAIT