Pada kesempatan itu, Ning Imaz berpesan kepada Kuntadhi agar ke depan dapat melakukan perbaikan diri. Bahkan, pelajaran ini juga bisa dipetik hikmahnya untuk semua orang.
"Untuk introspeksi buat kita semua. Lebih berhati-hati lagi dalam bersikap dan bertindak," katanya.
Ning Imaz mengatakan penghargaan terhadap agama berbeda-beda setiap orang. Meski begitu, siapa pun harus menghargai keyakinan orang lain, tanpa mengolok-olok keyakinan lainnya.
Selain itu, Ning Imaz mengaku tidak akan pernah kapok untuk terus berdakwah di media sosial. Meski mendapat beragam komentar baik dari Eko Kuntadhi maupun beberapa akun Twitter lainnya.
"Penghargaan orang, siapa pun terhadap apa yang dia yakini itu patut dihargai. Jadi kita tidak bisa mengolok-olok keyakinan orang lain, (dan) tentu saja (saya) tidak (kapok berdakwah di media sosial)," ujar dia.
Sementara itu, Eko Kuntadhi meminta maaf dan mengaku bertanggung jawab akan mencari sumber pertama yang membuat tulisan di dalam potongan video Ning Imaz itu.
"Saya berterima kasih kepada Ning Imaz, Gus Rifqil, kepada seluruh kiai di pondok pesantren Lirboyo, kepada para santri dan alumni, (karena) orang yang salah seperti saya ini diapresiasi dan diberikan pintu maaf," tutur Eko.