Sementara itu, polisi yang membanting korban MFA meminta maaf atas perbuatannya. Meskipun demikian, MFA mengaku tidak akan melupakan kejadian tersebut meskipun sudah memaafkan.
"Sebagai sesama manusia, tentunya saya menerima permintaan maaf tersebut, tapi untuk melupakan tentunya tidak akan," ujar MFA.
Selama proses mediasi dengan polisi hingga hadir dalam konferensi pers, MFA terlihat selalu memegang leher dan juga lengannya. Dia juga meminta kepada petugas yang berwenang agar polisi yang telah melakukan kekerasan terhadap mahasiswa ditindak tegas.
"Saya juga berharap pejabat kepolisian terkait, untuk menindak tegas oknum polisi yang telah terbukti melakukan aksi kekerasan terhadap mahasiswa," katanya.