Dia menuturkan, pabrik sepatu tersebut merek terkenal dan sudah lama beroperasi di Tangerang. Wabah Covid-19 dinilai membuat penjualan pabrik sepatu menurun.
"Pabriknya yang pasti cukup ternama tapi karena kondisi yang ada terpaksa tutup," tuturnya.
Selain pabrik sepatu, ada 22 pabrik lainnya di Kabupaten Tangerang juga merugi dan terpaksa memberhentikan karyawan. Sejumlah perusahaan ada yang pindah ke luar Tangerang dan ada juga tutup karena bangkrut.
"Kalau dari data kita, sejak pandemi Covid-19 ini, ada 23 perusahaan tutup atau pindah dari Kabupaten Tangerang, salah satunya pabrik sepatu ini," katanya.