Pembagian Sembako di Kota Bogor Ricuh karena Gunakan Data 2017

Sindonews
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. (Foto: Antara).

BOGOR, iNews.id - Pembagian bantuan sembako kepada warga di Kota Bogor sempat ricuh. Bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat itu diberikan berupa uang tunai dan pangan senilai Rp500.000 per bulan untuk meringankan beban warga yang terkena dampak wabah virus corona (Covid-19)..

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan kericuhan terjadi karena data penerima tidak sesuai dengan di lapangan. Misalnya, banyak penerima bantuan yang sudah meninggal, bahkan pindah domisili.

"Iya karena data DTKS yang digunakan data tahun 2017," ujar Dedie di Bogor, Selasa (21/4/2020).

Dia menuturkan, Pemkot Bogor telah menyetor data jumlah Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan baik yang masuk dalam daftar DTKS maupun sebanyak 71.111 KK.

"Itu sudah pasti ditanggulangi APBN, tapi dari 71.111 itu ada yang masih tak ditanggulangi APBN itu dilakukan perluasan yang akan dibantu oleh APBD Provinsi Jawa Barat 9 bulan dikali Rp200.000 sama dengan Rp1,8 juta per KK," ucapnya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
Nasional
13 hari lalu

Istri Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Dimakamkan di Bogor Besok

Nasional
1 bulan lalu

Polisi Selidiki Sumber Asap Tambang Emas di Bogor

Nasional
1 bulan lalu

Polisi Belum Bisa Pastikan Ada Korban Terjebak di Tambang Emas Bogor

Nasional
1 bulan lalu

5 Penambang Emas Liar di Gunung Pongkor Bogor Keracunan Gas, Alami Sesak Napas-Pusing

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal