Indonesia Cetak Rekor Terendah Kematian DBD
JAKARTA, iNews.id – Indonesia cetak rekor terendah kematian DBD di tengah tantangan perubahan iklim yang memicu lonjakan kasus demam berdarah di berbagai negara. Capaian ini menjadi angin segar bagi upaya pengendalian penyakit menular di Tanah Air.
Di saat sejumlah kawasan dunia menghadapi peningkatan kasus dengue akibat perubahan cuaca ekstrem, Indonesia justru menunjukkan tren penurunan angka kematian yang signifikan. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil penguatan sistem kesehatan dan kolaborasi aktif masyarakat.
Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK), Asnawi Abdullah, menyampaikan Indonesia menunjukkan ketangguhan luar biasa dalam manajemen klinis penyakit dengue. Meski penularan masih terjadi di berbagai wilayah, kualitas penanganan medis dinilai semakin baik dan efektif.
Case Fatality Rate (CFR) atau angka kematian akibat Demam Berdarah Dengue tercatat turun konsisten dalam lima tahun terakhir. Dari 0,9 persen pada 2021, angka tersebut menyusut hingga mencapai rekor terendah 0,4 persen pada 2025.
Heboh Peserta BPJS Kesehatan PBI Nonaktif, Mensos: RS Tak Boleh Tolak Pasien!
“Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya,” kata Asnawi dalam keterangan resmi.
Penurunan fatalitas ini menjadi indikator penting keberhasilan sistem kesehatan dalam menangani pasien sejak fase awal gejala. Diagnosis lebih cepat dan tata laksana klinis yang tepat disebut menjadi kunci utama.
Tips Menjaga Kesehatan Kulit di Musim Hujan, Ini Hal Harus Diperhatikan
Keberhasilan Indonesia menekan angka kematian juga tak lepas dari adopsi teknologi kesehatan terbaru. Pemerintah memperkuat sistem surveilans, deteksi dini, serta respons cepat di fasilitas layanan kesehatan primer hingga rujukan.