Ade menyebut rumah isolasi pasien covid-19 di Puncak ini sempat terhambat karena Pemkab Bogor ingin mempersiapkan sebaik mungkin. Mulai dari rekrutmen tenaga kesehatan hingga penyediaan fasilitas bagi pasien maupun tenaga kesehatan.
“Sebetulnya ini sudah kami resmikan sejak 19 Oktober 2020 lalu, tetapi kita perlu orang yang siap bekerja dengan resiko tinggi, Alhamduliah relawan sudah kami rekrut, dokter dan perawat sudah siaga untuk bertugas. Untuk mengurangi risiko mereka terpapar kami juga lengkapi mereka dengan Alat Pelindung Diri (APD), dan kamar terpisah khusus Nakes,” katanya.