Kemudian, pelaksanaan tes swab antigen harus rutin dilakukan sepekan sekali. Tujuannya bukan hanya sekadar untuk mengidentifikasi, tetapi juga agar para siswa dan pihak sekolah lebih hati-hati.
Bima pun menugaskan para direktur vaksin bergerak, memonitor, dan mengecek, baik ketika di kelas maupun saat jam PTM selesai berkoordinasi dengan aparatur wilayah, Puskesmas serta pihak terkait.
"Patroli juga harus siaga, bergerak dan memutar. Minggu pertama penerapan PTM ini penting," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi menambahkan pada intinya sekolah harus memiliki kesiapan sesuai dengan aturan yang tertuang dalam SKB empat menteri. Hanya sekolah yang terverifikasi faktual yang akan melaksanakan PTM terbatas.
"Hanya sekolah yang terverifikasi secara faktual dan memiliki persiapan matang serta tidak sembarangan yang akan melaksanakan PTM terbatas. Hal ini dilakukan agar dalam pelaksanaannya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi tidak semua sekolah dikabulkan verifikasi faktualnya dan ini menjadi masukan bagi Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam mengambil keputusan," ucap Hanafi.
Dari seluruh SMP di Kota Bogor, hanya 43 SMP yang akan menerapkan PTM terbatas tahap pertama pada 4 Oktober 2021. Durasi pembelajaran selama tiga jam, mulai pukul 07.30 atau 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.