"Makanya kita dua jalan ini adalah kita untuk menghindari terkait dengan simpang sebidang, ya, yang satu yang ada di Perumahan Kemang Pratama, yang satu ada di Pasar Bantargebang," tuturnya.
Menurut Tri, pembangunan jembatan layang tidak hanya diharapkan memperlancar mobilitas warga dan perjalanan truk pengangkut sampah dari Jakarta, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional kendaraan.
"Artinya bahwa proses perjalanannya lebih panjang lebih lancar, juga pemakaian terkait dengan BBM pun juga sebetulnya bisa diminimalisasi. Jadi ada faktor efisiensi pada saat kemudian apa, jembatan layang itu kemudian bisa dibangun," ucap Tri.
Usulan pembangunan dua flyover tersebut sebelumnya telah disampaikan Tri dalam pembahasan kerja sama antara Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta pada Juni 2025.
Saat itu, Tri menyebut pembangunan kedua flyover menjadi salah satu agenda yang dibahas bersama Gubernur DKI Jakarta.
“Ya ini kan tadi saya sudah sampaikan bahwa itu adalah salahsatu agenda yang waktu itu saya bertemu dengan Pak Gubernur,” ujar Tri kepada awak media seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (12/6/2025).
Tri juga memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan masing-masing flyover mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta.