"Untuk tersangkanya sementara satu orang, karena di dalam Undang-Undang kesehatan yang kita kenakan, yang bisa diproses adalah hanya pengedar saja," kata Dedi.
Dedi melanjutkan, saat diperiksa, barang yang didapat tersebut didapat dari inisial K, kemudian dari pengakuan tersangka dari 8.000 butir ini dalam dua hari bisa laku terjual.
"Untuk barang ini dia menjual untuk tramadol satu papan itu harganya Rp25.000 kalau untuk eximer ini dengan seharga persepuluh butir ini harganya Rp10.000 jadi satu butir itu Rp1.000," katanya.
Selain menangkap pelaku, polisi menyita barang bukti berupa pil Eximer 4.000 butir, Tramadol 4.343 butir dan uang Rp600.000 serta ponsel Oppo A16.