Aksi perusakan dan dugaan pemukulan terhadap warga itu kemudian memicu perselisihan antara kelompok pelaku dan warga Matraman yang tinggal di belakang Jalan Tambak. Keributan yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB tersebut selanjutnya berkembang menjadi aksi saling lempar batu.
"Hal ini berawal adanya pengrusakan barang yaitu gerobak jualan UMKM-nya, serta adanya warga yang kena terpukul juga kami lakukan pemeriksaan secara intensif kepada para pelaku yang patut diduga terlibat bahkan yang mengawali terjadinya perselisihan tersebut," kata dia.
Akibat bentrokan itu, dua orang berinisial K dan DS dievakuasi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Polisi kemudian memperoleh informasi bahwa K yang berusia 23 tahun meninggal dunia, sementara DS masih menjalani penanganan medis.
Selain mengusut kasus penganiayaan yang menewaskan korban, polisi juga mendalami dugaan perusakan gerobak milik pedagang UMKM serta penganiayaan terhadap warga yang terjadi sebelum bentrokan pecah.
Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya pengaruh minuman keras terhadap pihak yang terlibat.