Informasi yang didapatnya, pihak restoran cepat saji itu sekitar pukul 13.30 WIB secara nasional membatalkan orderan bagi pengemudi ojol dibatalkan. Hal itu yang memicu kekecewaan mereka karena sudah rela menunggu pesanan sejak siang tadi.
"Itu yang menjadi kekecewaan kepada driver online karen rata-rata mereka sudah menunggu lama. Namun akhirnya dicancel," tuturnya.
Saat ini, polisi bersama TNI dan Satpol PP tengah mengawal proses mediasi antara pengelola dengan pengemudi ojol. Lantaran, pengemudi ojol meminta ganti rugi atas waktu dan orderan yang dibatalkan.
"Secara kondisi di sini masih kondusif. Rekan-rekan pengemudi online juga masih mencoba untuk melakukan pembicaraan dengan manajemen. Semoga ada pembicaraan dari McD maupun aplikasi sehinga bisa mengambil langkah-langkah yang membuat kondusif di seluruh gerai," tutur Hida.