Sejarah Nama Pulo Gebang Jaktim, dari Pohon yang Berbuah Sekali Seumur Hidup

Rizal Bomantama
Sejarah Pulo Gebang di Jaktim dikenal masyarakat karena keberadaan Terminal Pulo Gebang. (Foto: Antara)

Umbi dari Gebang juga dapat dimakan karena menyimpan sagu. Dalam setiap satu pohon dapat menyimpan 90 kg sagu. Saat ini sagu dari pohon Gebang biasanya untuk makanan hewan, namun manusia dapat memakannya disaat keadaan paceklik. 

Selanjutnya, akar gebang dapat digunakan untuk mengobati murus- murus atau diare. Batang Gebang dikenal kuat dan cukup keras sehingga dapat digunakan sebagai bahan bangunan.

Pohon Gebang itu tumbuh ada yang secara alamiah dan juga ada yang dibudidayakan atau sengaja ditanam oleh penduduk sekitar. Lantaran kawasan tersebut banyak tumbuh pohon Gebang maka kemudian diberi nama Pulo Gebang dan dikenal hingga sekarang.

Namun beberapa tahun terakhir keberadaan pohon Gebang mulai langka dan jarang ditemukan. Selain Pulo Gebang ada juga daerah lain di Indonesia yang berasal dari nama pohon ini, yaitu Desa Gebang di Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada pula daerah Bantargebang yang berada di Bekasi.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
5 jam lalu

Penampakan 2 Pembunuh Perempuan yang Tangan-Kakinya Terikat di Pinang Ranti Jaktim

6 jam lalu

Detik-Detik Ibu Selamatkan Anak dari Kebakaran Rumah Makan Padang di Rawamangun

10 jam lalu

Kebakaran Rumah Makan di Jaktim, Ibu dan Anak Lompat dari Atap Selamatkan Diri

11 jam lalu

Polisi Tangkap 2 Pembunuh Mahasiswi di Kos Pinang Ranti Jaktim, Ini Identitasnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal