Sejarah Nama Pulo Gebang Jaktim, dari Pohon yang Berbuah Sekali Seumur Hidup

Rizal Bomantama
Sejarah Pulo Gebang di Jaktim dikenal masyarakat karena keberadaan Terminal Pulo Gebang. (Foto: Antara)

Umbi dari Gebang juga dapat dimakan karena menyimpan sagu. Dalam setiap satu pohon dapat menyimpan 90 kg sagu. Saat ini sagu dari pohon Gebang biasanya untuk makanan hewan, namun manusia dapat memakannya disaat keadaan paceklik. 

Selanjutnya, akar gebang dapat digunakan untuk mengobati murus- murus atau diare. Batang Gebang dikenal kuat dan cukup keras sehingga dapat digunakan sebagai bahan bangunan.

Pohon Gebang itu tumbuh ada yang secara alamiah dan juga ada yang dibudidayakan atau sengaja ditanam oleh penduduk sekitar. Lantaran kawasan tersebut banyak tumbuh pohon Gebang maka kemudian diberi nama Pulo Gebang dan dikenal hingga sekarang.

Namun beberapa tahun terakhir keberadaan pohon Gebang mulai langka dan jarang ditemukan. Selain Pulo Gebang ada juga daerah lain di Indonesia yang berasal dari nama pohon ini, yaitu Desa Gebang di Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada pula daerah Bantargebang yang berada di Bekasi.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
14 hari lalu

Truk Sampah Tabrak Pohon di Jaktim saat Menuju Bantargebang, Sopir Dilarikan ke RS

14 hari lalu

Kronologi 3 Pekerja Pipa Air Tewas di Gorong-Gorong Jaktim, Diduga Kehabisan Napas

14 hari lalu

Geger! 3 Pekerja Pipa Air Tewas di Gorong-Gorong Jaktim

19 hari lalu

Geger! Rumah Pengacara Dilempar Bom Molotov di Jaktim, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal