Sejarah Pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok hingga Asal Usul Penamaannya

Inas Rifqia Lainufar
Sejarah pembangunan pelabuhan Tanjung Priok (Foto: Sindonews)

Tujuan pembangunan pelabuhan Tanjung Priok ini adalah untuk menggantikan pelabuhan Sunda Kelapa di muara Ciliwung yang sudah tidak bisa menampung peningkatan lalu lintas perdagangan lagi. 

Peningkatan itu terjadi akibat pembukaan Terusan Suez.

Terlebih, sungai Ciliwung saat itu menjadi dangkal karena penuh dengan lumpur dan lahar. Kondisi tersebut disebabkan oleh letusan gunung Salak yang terjadi pada 1699.

Oleh sebab itu, tak ada pilihan lain bagi pemerintah Belanda untuk membangun pelabuhan Tanjung Priok. Pembangunan tersebut akhirnya selesai pada tahun 1866 dan aktivitas dari pelabuhan Kali Ciliwung dipindahkan. 

Lalu pada pembangunan pelabuhan II, Belanda memulainya di tahun 1914 dengan pemborong bernama Volker. Pelabuhan yang selesai dibangun di tahun 1917 tersebut memiliki panjang 100 meter dan kedalaman air 9,5 meter LWS.

Di tahun yang sama, dibangun pula fasilitas berupa stasiun kereta Tanjung Priok. Oleh sebab itu, Volker membuat bendungan bagian luar yang diperpanjang dengan lebar kade 15 meter untuk double spoor kereta api dan kran-kran listrik. 

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
1 bulan lalu

KSAL: Kapal Induk Pertama Indonesia Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya pada 24 September

1 bulan lalu

Breaking News: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Bersandar di Jakarta, Disambut Lagu Si Jali-Jali

3 bulan lalu

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Harley Davidson Bekas Asal China, Ini Penampakannya

5 bulan lalu

Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi asal Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal