Sejarah Tugu Kunsktring Palais, dari Gedung Kesenian Jadi Restoran Mewah

Chocholie Cheline Gioh
Sejarah Tugu Kunsktring Paleis, dari gedung kesenian peninggalan Belanda kini menjadi restoran mewah (Foto: Tugu Kunsktring Paleis)

Hingga pada 1950, Gedung Palais beralih fungsi sebagai Kantor Imigrasi Jakarta Pusat sampai 1993. Beberapa tahun kemudian, Kantor Imigrasi Jakarta Pusat pindah ke Jalan Merpati, Blok B12, Nomor 3 Kemayoran, kemudian Gedung Kunstkring terbengkalai selama beberapa tahun. 

Kemudian pada 2007, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merenovasi dan menyewakannya kepada grup hotel dan restoran.

Gedung tersebut didesain dengan konsep ornamen khas Jawa, Eropa, dan Oriental. Dalam Gedung Tugu Kunstkring Palais terdapat ruang privat seperti Soekarno Room yang didedikasikan untuk mengenang Presiden pertama RI. Di dalamnya dipajang lukisan Soekarno. 

Adapun ruang makan utama Tugu Kunstkring Palais memiliki langit-langit tinggi yang dinamakan Ruang Pangeran Diponegoro. Di sana terdapat lukisan berukuran 9×4 meter menggambarkan penangkapan Pangeran Diponegoro saat akan diasingkan oleh Belanda. 

Hingga saat ini Tugu Kunstkring Palais menjadi restoran mewah yang menyajikan menu-menu masakan daerah. Rijsstafel ala Betawi menjadi menu andalan dari restoran ini, beberapa hidangan juga disajikan sambil beratraksi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 hari lalu

Pramono Promosikan Potensi Investasi Jakarta di Forum U20 New York

13 hari lalu

Polisi Tangkap Pembunuh Perempuan di Hotel Tanah Abang, Ini Identitasnya

14 hari lalu

Purbaya Ingatkan Pramono Risiko Terbitkan Obligasi Daerah: Jangan Utang, Berapa Tahun Lagi Susah

18 hari lalu

Booking Hotel Dalam dan Luar Negeri Lebih Hemat: Diskon hingga 40%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal