Dia mengungkapkan, pihak N, BP dan Untung Sangaji (US) pernah menghubungi PT Lokta untuk mengambil barang-barang tersebut.
“Tapi ketika staf saya sampai di sana pintu sudah dibuka ada polisi dan TNI,” ucapnya.
Sebelumnya, sebanyak 995 senjata api ditemukan di suatu ruangan kepala yayasan di sekolah swasta di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026) lalu.