"Penyebab tanggul jebol karena tingginya muka air," ujarnya.
Pemerintah desa bersama warga berupaya menutup tanggul yang jebol secara darurat menggunakan karung berisi pasir dan bambu, agar limpahan air Sungai Citarum ke perumahan warga tidak semakin deras.
"Upaya desa berkoordinasi dengan pihak terkait, mengoordinasikan warga untuk gotong royong dengan alat seadanya. Alhamdulillah sudah ditangani warga dan pemerintah desa secara gotong royong untuk menutup tanggul yang jebol," kata Qurtubi.