"Saya sudah memerintahkan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 pembantu puskesmas sekarang ini sudah disiagakan untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca ini," imbuhnya.
Pramono mengungkapkan telah berencana menyampaikan kondisi kualitas udara Jakarta kepada publik sejak tiga hari lalu. Namun, dia memilih menahan penyampaian tersebut karena khawatir memicu polemik mengenai penyebab memburuknya kualitas udara.
"Sebenarnya dari 3 hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa. Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik," kata dia.