Menurut Pramono, salah satu faktor yang memperburuk kondisi udara adalah minimnya hujan. Ia menyebut Jakarta sudah hampir tiga pekan tidak diguyur hujan.
"Saudara-saudara sekalian, memang sekarang ini kondisi cuaca dan polusi udara cukup memprihatinkan. Karena memang sudah hampir tiga minggu tidak pernah ada hujan," ujar Pramono saat konferensi pers di Taman Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Buruknya kualitas udara Jakarta juga terlihat dari sejumlah indikator pemantauan udara.
Berdasarkan pantauan iNews.id melalui laman IQAir pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 09.22 WIB, Jakarta berada di posisi pertama sebagai kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia.
Saat itu, indeks kualitas udara atau AQI Jakarta tercatat 169 dengan PM2.5 sebagai polutan utama. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.