130 Dokter Gugur, IDI Minta Masyarakat Terus Patuh Protokol Kesehatan

Riezky Maulana
Ilustrasi meninggal (iNews.id/Pande Wismaya)

Jika pemahaman akan protokol kesehatan belum juga dipahami dengan baik, dan angka kematian dokter semakin tinggi, maka layanan kesehatan akan terganggu. Dia pun meminta masyarakat tidak menganggap remeh pandemi Covid-19, semakin masyarakat abai terhadap protokol kesehatan, maka Indonesia akan sulit melewati masa pandemi.

"Banyaknya korban dari pihak tenaga kesehafan saat ini maka ke depannya layanan kesehatan baik Covid-19 maupun noncovid-19 jelas akan terganggu karena kurangnya tenaga medis.

Sekadar informasi, jika dirincikan ke-130 tersrnut, maka jumlahnya, masing-masing satu dokter di Sulawesi Utara, Banten, dan Papua Barat; masing-masing dua dokter di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Yogyakarta.

Lalu masing-masing tiga dokter di Riau dan Kalimantan Timur; masing-masing empat dokter di Aceh, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan: lima di Bali, enam di Sulawesi Selatan, sembilan di Jawa Tengah, 11 di Jawa Barat, 19 di DKI Jakarta, 22 di Sumatera Utara, dan 31 dokter di Jawa Timur.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

BNPB Ungkap Potensi Gempa Bumi-Tsunami di Sulut dan Malut Cukup Tinggi

Buletin
3 hari lalu

Detik-Detik Gempa M7,6 Guncang Bitung, Warga Panik Berhamburan

Nasional
3 hari lalu

Menteri PU Ungkap Dampak Gempa M7,6 di Bitung Sulut, Kaca Kantor Pecah hingga Longsor

Nasional
3 hari lalu

Prabowo Terima Laporan Dampak Gempa-Tsunami di Sulut dan Malut, Tim Dikerahkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal