1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Ungkap Modus Penyalahgunaan KTP

Binti Mufarida
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. (Foto: Nur Khabibi)

Dia mengatakan penggunaan identitas tersebut tidak selalu dilakukan oleh orang di luar keluarga. Dalam sejumlah kasus, aktivitas anggota keluarga juga dapat membuat identitas penerima bansos terindikasi terkait judol.

“Kemudian yang kedua juga ada fenomena di mana yang main judol itu bukan orang tuanya tapi anaknya atau keluarganya, iya. Ini yang sedang kita dalami terus,” katanya.

Gus Ipul mencontohkan kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan bagi keluarga yang sebenarnya masuk kategori tidak mampu, tetapi terindikasi judol berdasarkan data identitas yang digunakan.

“Jadi kalau ada lansia ya kemudian mungkin keluarga yang sangat tidak mampu tapi tidak menerima Bansos karena terindikasi judol itu mungkin dimanfaatkan oleh keluarganya atau oleh orang lain. Nah untuk yang seperti ini sedang kita perbaiki, sedang kita dalami dan tentu jika memenuhi kriteria Bansos-nya akan tetap kita salurkan,” tutur Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan pemerintah masih memilah data penerima bansos yang terindikasi terkait judol. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan alasan seseorang tidak lagi menerima bansos, termasuk apakah benar karena aktivitas judol atau faktor lainnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Lansia di Pekalongan Tak Lagi Dapat Bansos karena Terindikasi Judol, Padahal Tak Punya HP

2 bulan lalu

Miris! 1 Juta Anak Penerima Bansos Terindikasi Main Judi Online

2 hari lalu

Mensos Ungkap Tantangan Sekolah Rakyat, Soroti Siswa SMA Belum Bisa Baca

4 hari lalu

Komdigi Perluas Pemberantasan Judi Online, Aliran Dana Jadi Sasaran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal