JAKARTA, iNews.id - Alasan kenapa orang Indonesia tidak bisa bahasa Belanda menarik untuk diulas pada artikel kali ini. Kedatangan Belanda yang mulanya hanya ingin berniaga dengan pribumi Nusantara, lambat laun menjadi ajang penjajahan ketika perang dunia kedua berkecamuk.
Bukti sejarah mencatat, Belanda pertama kali mendarat di Indonesia di pelabuhan Banten dengan empat buah kapal yang dipimpin oleh Kapten Pieter Keyzer dan Cornelis de Houtman pada 23 Juni 1596. Kedatangan kapal Cornelis de Houtman dan awak kapalnya semula disambut dengan baik oleh para pribumi Banten.
Tujuan Belanda ke Indonesia semula murni untuk berdagang rempah-rempah, mengambil keuntungan besar dari penjualan rempah-rempah yang sangat dibutuhkan di Eropa.
Namun pada perkembangannya tujuan tersebut berubah dari yang semula berdagang dan selanjutnya memonopoli perdagangan hingga memulai masa penjajahan Belanda sampai kurang lebih 3,5 abad kemudian.
Ketika pertama kali mendarat di Banten pada 23 Juni 1596, empat buat kapal berisi pasukan Belanda bertujuan untuk berdagang rempah-rempah dan membawanya untuk dijual di Eropa.
Namun, hal itupun berubah ketika perang dunia pecah. Rakyat pribumi malah ditindas dan harta mereka dirampas oleh pasukan Belanda. Tidak hanya itu, tindakan kasar dan perlakuan sewenang-wenang juga dialami rakyat Indonesia.
Kendati demikian, rakyat pribumi ternyata tidak terlalu mendalami bahasa Belanda. Meski kaum orang tua disebut paham dengan bahasa kolonial tersebut, namun mereka ternyata tetap berbahasa Indonesia atau bahasa suku kepada anak-anaknya.