Salah satu langkah yang ditempuh adalah melibatkan Majelis Masyayikh, yang terdiri atas tokoh-tokoh senior pesantren, untuk memberikan masukan dan membantu pengawasan tata kelola pesantren.
Menurut dia, keterlibatan para tokoh pesantren diharapkan dapat memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas pengelolaan, serta membantu mengidentifikasi persoalan yang perlu segera ditangani. Langkah tersebut juga penting untuk mencegah terulangnya kasus-kasus yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap pesantren, termasuk dugaan pelecehan dan persoalan perlindungan santri.
Nasaruddin mengakui, persoalan di lingkungan pesantren tetap perlu ditangani secara terbuka. Ia juga mengingatkan pentingnya memastikan lembaga yang menggunakan nama pesantren benar-benar terdaftar dan memenuhi ketentuan yang berlaku, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas sebelum mempercayakan pendidikan anak-anak mereka.
Ia mengajak para pengasuh, pengelola pesantren, orang tua, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas pendidikan serta citra pesantren. Menurut dia, penguatan pengawasan dan keterbukaan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap tradisi dan kemandirian pesantren.
Dalam momentum Hari Santri Nasional 2026, Nasaruddin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri dan mengajak mereka untuk terus meningkatkan prestasi serta berbangga terhadap kontribusi pesantren bagi Indonesia.
Ia juga mengimbau para orang tua agar tidak ragu memilih pesantren sebagai tempat pendidikan anak, dengan tetap memperhatikan kualitas lembaga, sistem pengasuhan, dan jaminan perlindungan bagi santri.
Menurut Nasaruddin, pesantren memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan, memiliki karakter yang baik, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Lahirnya Ditjen Pesantren di tengah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam sistem pendidikan nasional. Namun, penguatan kelembagaan tersebut perlu diikuti peningkatan mutu pendidikan, pembenahan tata kelola, dan perlindungan santri agar pesantren benar-benar menjadi ruang belajar yang aman dan mampu melahirkan calon pemimpin masa depan.
“Selamat Hari Santri kepada anak-anakku semuanya. Mari kita berbahagia dan berbangga dengan prestasi yang dicapai oleh pondok pesantren,” ujar Nasaruddin.