Tim BPBD masih terkendala melakukan evakuasi dari kawasan bibir pantai karena cuaca buruk. “Cuacanya tidak memungkinkan untuk evakuasi karena di sana hujan dan gelap. Tapi, kami sudah membuka posko di Carita di bawah koordinasi BPBD provinsi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Lampung Selatan Ketut Sukerta sebelumnya menyebutkan, jumlah korban jiwa akibat gelombang tsunami yang menerjang perairan Selat Sunda termasuk di Provinsi Lampung bagian selatan hingga hingga Minggu (23/12/2018), pukul 03.54 WIB, mencapai enam orang. Sementara korban luka-luka sebanyak 93 orang.
“Korban yang meninggal dunia dan luka-luka sudah dievakuasi ke rumah sakit. Para korban umumnya dihantam gelombang tsunami dan terkena serpihan-serpihan bangunan. Korban-korban ini warga setempat yang tinggal di pesisir pantai,” kata Ketut yang dihubungi iNews.id, Minggu pagi.
Menurut Ketut, jumlah korban tersebut masih sementara. Diperkirakan jumlah korban jiwa dan luka-luka masih akan bertambah karena saat ini petugas masih terus melakukan pendataan dan proses evakuasi. “Ya, kami berharap tidak ada lagi korban jiwa, tapi kemungkinan masih ada. Besok baru bisa kami pastikan,” katanya.