"Rein, aku udah gak tahan nih sama kelakuannya," ucapku pada Reina.
"Heh siapa suruh temenan sama dia! Dari dulu kan udah aku bilang, jangan temenan sama dia," kata Reina.
"Ya mau gimana lagi, aku gak mau dibully selamanya."
"Memangnya kamu doang yang gak pengen dibully? Kami juga kali."
"Ok, ok. Aku akan bilang kepadanya bahwa aku gak akan berteman dengannya lagi," ucapku dengan penuh semangat.
Beberapa hari setelah percakapan antara aku dan Reina, aku mengajak Nadira ke halaman belakang sekolah untuk berbicara empat mata dengannya.
"Kenapa? Kamu mau minjem uang? Bilang aja, gak usah diajak sampe ke sini juga kali!" ucap Nadira dengan nada angkuh.
"Aku gak butuh uang. Aku cuma mau bilang aku gak mau jadi sahabatmu lagi."
"Kenapa?" Tanya Nadira kebingungan.
"Aku gak mau berteman denganmu karena sikapmu itu!"
"Kalau kau mau aku tetap menjadi sahabatmu, kau harus mengubah sikapmu itu. Kamu tahu gak, aku selalu malu karena sikapmu!" Seruku lantas meninggalkannya.