JAKARTA, iNews.id – Masih ingat dengan Freddy Budiman? Terpidana mati kasus narkoba itu telah dieksekusi regu tembak di Pulau Nusakambangan 2016 silam. Hampir 15 tahun berlalu, sang anak, Fikri Fernanda Budiman, muncul ke publik dan mengungkap sejumlah kesaksian.
Detik-detik akhir hidup Freddy Budiman menjadi salah satu berita terpopuler di portal berita iNews.id, Selasa (23/3/2021). Sejumlah peristiwa menarik lainnya juga menyedot perhatian pembaca seperti unggahan foto lama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat kelahiran putranya.
iNews.id merangkum lima berita hari ini terpopuler mengenai isu-isu teraktual hari ini:
1. Momen Prabowo bareng keluarga Cendana
Menhan Prabowo membagikan momen bahagia di akun instagramnya. Mantan Danjen Kopassus itu mengunggah foto lawas saat kelahiran putranya, Didit Hediprasetyo Djojohadikusumo.
Dalam foto itu sebagian besar keluarga Cendana hadir. Terlihat antara lain Pak Harto dan Ibu Tien. Prabowo menulis keterangan pendek dalam foto itu, yakni 22 Maret 1984. Tanggal ini merupakan hari kelahiran Didit.
2. Heboh temuan mayat setengah badan
Warga Desa Gili Indah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat geger. Mereka dikejutkan penemuan mayat setengah badan dalam kondisi tinggal tulang belulang di celana jeans, Senin (22/3/2021).
Kapolsek Sekotong Polres Lombok Barat Polda NTB, Iptu I Kadek Sumerta mengatakan, mayat itu pertama kali ditemukan warga bernama Mahendra (30). Saat kejadian, nelayan itu baru saja akan menangkap ikan dengan menggunakan perahu atau sampan.
3. Kesaksian Mengejutkan Anak Freddy Budiman
Anak Freddy Budiman, Fikri Fernanda Budiman, memberikan kesaksian mengenai detik-detik terakhir sebelum ayahnya berhadapan dengan regu tembak di Nusakambangan, Cilacap. Melalui wawancara di YouTube, dia mengisahkan saat perpisahan memilukan itu.
Dia menceritakan, ayahnya ketika itu meminta waktu eksekusi dimundurkan setelah salat Isya. Freddy sempat salat berjamaah dan makan bersama. Bahkan, dirinya sempat disuapi untuk terakhir kali oleh sang ayah.
Freddy Budiman divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat karena terbukti mengimpor 1.412.476 butir ekstasi dari China, Mei 2012.