UA, suami kedua NN. UA mengaku merasa tertipu dan menyesal menikah dengan NN. (FOTO: iNews/M ANDI ICHSYAN)
Tika Vidya Utami

JAKARTA, iNews.id - Kasus poliandri di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat berbuntut panjang. UA, suami kedua merasa tertipu lantaran pelaku poliandri NN (28) mengaku janda saat berkenalan dan menjalin hubungan dengannya. 

UA menjelaskan, dia berkenalan dengan NN di media sosial Facebook. Berita terpopuler lainnya yaitu dugaan motif NN melakukan poliandri.

Berikut  rangkuman berita terpopuler pada Jumat (19/5/2022):

1. Kasus Poliandri di Cianjur, Suami Kedua NN Merasa Tertipu

Kasus poliandri di Kabupaten Cianjur berbuntut panjang. UA, suami kedua merasa tertipu lantaran pelaku poliandri NN (28) mengaku janda saat berkenalan dan menjalin hubungan dengannya.

UA menjelaskan dia berkenalan dengan NN di media sosial Facebook. Saat berkenalan, UA aktif memberikan komentar ke akun Facebook NN. Selanjutnya mereka berbincang malalui messenger. 

Saat itu, UA berstatus duda. Dalam percakapan di messenger , NN mengaku telah dua tahun menjanda, mempunyai  dua orang anak serta mengaku tidak punya keluarga di Cianjur. 

NN hanya menyebutkan hanya ada adiknya  yang tinggal di Kabupaten Bogor. Saat berniat serius mengajak NN menikah, UA sempat menanyakan surat cerai.

Namun NN menyatakan nanti saja menyusul. Setelah berkenalan di medsos, UA dan NN pun bertemu. Usai menjalin hubungan satu bulan, UA dan NN menikah siri pada Desember 2021. UA dan NN dinikahkan secara siri oleh tokoh agama setempat yang dihadiri keluarga UA, disaksikan ketua RT dan warga.

Setelah enam bulan menikah, tindakan NN pun terbongkar. Keluarga suami pertama mencurigai perilaku NN yang kerap keluar rumah pada pagi hari dan pulang sore hari dengan alasan bekerja.

Hingga akhirnya suami pertama membuntuti NN. Di rumah UA, keluarga suami pertama sempat bersitegang dengan UA dan NN. Akhirnya masalah dimusyawarahkan oleh aparat Desa Babakan Caringin, Kecamatan Karangtengah serta dilanjutkan di Desa di Kampung Sedong Kaler, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.

Suami pertama NN pun langsung menjatuhkan talak ketiga. Usai selesai mediasi, NN diusir dari kampung Sedong Kaler. 

2. Dugaan Motif NN Nekat Poliandri di Cianjur

Kasus poliandri yang dilakukan NN (28) warga Kampung Sedong Kaler, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur menjadi viral. Muncul dugaan motif NN nekat menikah dengan pria UA namun masih terikat perkawinan sah dengan TS, suami pertamanya. 

Motif NN melakukan poliandri yakni faktor ekonomi dan biologis. Dugaan faktor ekonomi dan biologis ini terkuak usai NN mengakui tindakannya pada proses mediasi secara kekeluargaan. 

Dari suami pertama, NN mendapat uang belanja Rp1,5 juta per bulan. Sedangkan dari UA (32) suami kedua, NN mendapat uang belanja Rp500.000 per bulan. NN mengaku nekat nikah siri karena TS yang merupakan suami pertama ini dianggap tidak dapat memenuhi kebutuhan biologisnya. 

3. Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura, Mahfud MD: Akan Kita Jernihkan Masalah Ini

Menko Polhukam, Mahfud MD angkat bicara terkait ditolaknya Ustaz Abdul Somad (UAS) masuk Singapura. Dia mengatakan pemerintah berupaya menjernihkan masalah secara diplomatik.

Namun Mahfud menjelaskan setiap negara mempunyai kedaulatan masing-masing serta tidak boleh diintervensi. Mahfud juga mengatakan, pemerintah akan mencari tahu atas dasar apa Singapura menyebut Ustaz Abdul Somad sebagai penceramah ekstrem. 

Menurut Mahfud, masalah tersebut akan diselesaikam melalui jalur diplomatik. Pemerintah Indonesia sama sekali tidak bisa ikut campur penerapan hukum Singapura, begitu pun sebaliknya. 

4. Viral Sopir Ekspedisi Dipaksa Beli Stiker Rp200.000 untuk Keamanan

Rekaman video kendaraan ekspedisi diberhentikan pengemudi mobil Alya putih beredar luas di media sosial dan viral. Diketahui, pengemudi mobil Alya ini disebut meminta uang Rp200.000 untuk dua buah stiker yang dipasang di depan dan belakang kendaraan ekspedisi dengan alasan keamanan.

Rekaman yang diunggah di akun Instagram @infobandungkota, tampak mobil Alya berhenti di depan kendaraan ekspedisi. Kemudian pengemudinya turun dan menghampiri sopir ekspedisi. Tidak diketahui pembicaraan di antara mereka.

Namun setelah itu sopir ekspedisi menunjukkan stiker yang dipasang di depan dan belakang kendaraannya. Peristiwa penghentian paksa terjadi di Jalan Bandung-Garut. Sontak, kolom komentar akun Instragram @infobandungkota ini dibanjiri berbagai komentar netizen yang merasa geram. Pihak kepolisian pun belum memberikan keterangan resmi atas unggahan ini.

5. Elon Musk: Saya Pilih Partai Republik 2024

Elon Musk menyatakan akan memilih Partai Republik dalam pemilihan umum presiden (Pilpres) Amerika Serikat 2024. Pendiri SpaceX sekaligus CEO Tesla menilai Partai Demokrat telah menjelma menjadi partai kebencian dan perpecahan. 

Dia juga menduga Partai Demokrat akan meluncurkan kampanye trik kotor terhadapnya karena mengumumkan dukungannya untuk Partai Republik dan mengkritik Partai Demokrat. Saat ini, Musk dalam proses mengakuisisi Twitter. Namun, proses itu telah dihentikan sementara karena kekhawatirannya akan jumlah bot di platform media sosial tersebut.


Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT